Kasus HIV AIDS 2025 di Karawang Turun dari Tahun Sebelumnya, Didominasi Usia Produktif

Nurul Rahma Amalia
Kasus HIV AIDS 2025 di Karawang Turun dari Tahun Sebelumnya, Didominasi Usia Produktif. Foto : Ilustrasi

KARAWANG, iNEWSKarawang.id – Jumlah kasus HIV dan AIDS di Kabupaten Karawang terus mengalami peningkatan secara kumulatif. Berdasarkan data Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Karawang, hingga Desember 2025 tercatat sebanyak 4.581 kasus HIV/AIDS sejak tahun 2000.

Staff KPA Kabupaten Karawang, Yana Aryana, mengatakan sepanjang tahun 2025 ditemukan 793 kasus baru HIV, meskipun jumlah tersebut menurun dibandingkan tahun sebelumnya.

“Pada 2024 kemarin temuan kasus mencapai puncaknya. Di 2025 ini sudah mulai turun, dari 886 kasus menjadi 793 kasus, dan kami berharap tren ini terus menurun,” ujar Yana, Senin,(12/1/2026).

Berdasarkan kelompok usia, kasus HIV di Karawang masih didominasi oleh usia produktif 25–49 tahun dengan jumlah 527 kasus sepanjang 2025. Kelompok usia 20–24 tahun tercatat sebanyak 143 kasus, sementara usia di atas 50 tahun mencapai 64 kasus.

“Usia produktif masih menjadi kelompok paling rentan, karena mobilitas dan perilaku berisiko yang masih tinggi,” jelasnya.

Penularan HIV juga ditemukan pada kelompok usia anak dan remaja. Data KPA mencatat 45 kasus pada usia 15–19 tahun, 5 kasus pada usia 5–14 tahun, serta 9 kasus pada anak di bawah usia 4 tahun.

“Untuk anak di bawah empat tahun, penularannya hampir seluruhnya dari ibu ke bayi. Ini menjadi perhatian serius karena sebenarnya bisa dicegah sejak masa kehamilan,” kata Yana.

Dari sisi faktor risiko, kasus HIV di Karawang paling banyak ditemukan pada kelompok LSL (lelaki seks dengan lelaki) sebanyak 250 kasus. Disusul kelompok masyarakat umum 132 kasus, penderita tuberkulosis (TB) 127 kasus, serta pasangan berisiko tinggi sebanyak 68 kasus.

“Penularan tidak hanya terjadi pada kelompok tertentu saja. Masyarakat umum juga cukup banyak, sehingga edukasi harus menyasar semua lapisan,” tegasnya.

Sementara itu, data cascade HIV Kabupaten Karawang per Desember 2025 menunjukkan estimasi jumlah orang dengan HIV (ODHIV) sebanyak 4.168 orang. Namun, jumlah kasus yang berhasil ditemukan justru mencapai 4.581 orang.

“Dari total yang ditemukan, 3.972 ODHIV sudah masuk perawatan dan 3.911 pernah memulai terapi antiretroviral,” ungkap Yana.

Namun demikian, hanya 2.198 ODHIV yang saat ini masih aktif menjalani terapi ART.

“Kami masih menghadapi tantangan besar, terutama pasien yang putus pengobatan. Tercatat 768 orang lost to follow up lebih dari tiga bulan,” ujarnya.

Selain itu, sebanyak 397 ODHIV dirujuk ke luar daerah dan jumlah kematian secara kumulatif mencapai 370 orang.

Yana menambahkan, KPA Karawang saat ini memprioritaskan edukasi dan pencegahan pada kelompok usia 15–24 tahun melalui kerja sama lintas sektor, termasuk institusi pendidikan.

“Remaja dan usia muda menjadi fokus utama kami. Target nasional Ending AIDS 2030 itu jelas, tidak ada lagi kasus baru, kematian, stigma, maupun diskriminasi,” tegasnya.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk melakukan pencegahan secara konsisten.

“Pencegahan itu sebenarnya sederhana. Hindari hubungan seksual berisiko, setia pada pasangan, dan bagi yang belum menikah sebaiknya tidak melakukan hubungan seksual,” pungkas Yana.

Editor : Frizky Wibisono

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network